Selasa, 24 September 2013

Black Sun Effect (BSE), Mirip Piring Terbang Tapi Bukan UFO

Belakangan ini ada beberapa laporan yang diduga adalah UFO diberitakan di media massa. Tercatat ada dua kasus yang hampir mirip, yakni siswa mengarahkan kamera ponselnya ke matahari dan merekamnya sebagai video lalu terlihat ada bintik hitam menyerupai bentuk piring terbang sedang bergerak-gerak di tengah-tengah matahari. Media kemudian memberitakannya sebagai penampakan UFO di daerah tersebut.
Kasus pertama sempat diberitakan sekitar tanggal 4 Juni 2010 di Kendari.  Siswa SMP Negeri 9 Kendari waktu itu memperlihatkan hasil video benda terbang tidak dikenal (UFO) yang kemudian menjadi pemberitaan hangat disejumlah media termasuk televisi swasta. UFO yang terlihat dalam rekaman video tersebut menyerupai piring dikelilingi sinar berwarna pelangi (lihat gambar 1 di bawah ini). Videonya bisa dilihat di http://www.youtube.com/watch?v=DCZDWtAvJLM
Gambar 1. Video BSE di KendariGambar 1. Video BSE di Kendari
Kasus kedua yang serupa terjadi di Bangka Belitung awal Februari 2011. Sebuah benda asing di duga UFO terekam kamera HP seorang siswi SMP N 2 Pemali, kabupaten Bangka, propinsi kepulauan Bangka-Belitung selama kurang lebih 8 menit 36 detik bernama Mela Sintia ( 14 thn ) sekitar pukul 11.30 WIB di halaman belakang sekolah. Kejadian bermula ketika Mela mencoba mengabadikan halo matahari ( matahari bercincin pelangi ) menggunakan HP-nya. Setelah memotret beberapa kali, Mela dikejutkan dengan kemunculan obyek yang diduga UFO yang bergerak-gerak zig-zag agak cepat dan sesekali menghilang dari pandangan di area halo matahari tersebut. (lihat gambar 2) Videonya bisa dilihat di http://www.youtube.com/watch?v=4k_a1BzeUDk
Gambar 2. Video BSE dari Bangka BelitungGambar 2. Video BSE dari Bangka Belitung
Sebenarnya apa yang direkam oleh para pelajar itu bukanlah UFO melainkan sebuah anomali hasil kamera yang disebut dengan istilah Black Sun Effect (BSE). Black sun effect adalah bintik hitam yang terlihat pada kamera karena pixel sensor kamera menerima cahaya terlalu berlebihan sehingga terjadi “pixel inversion”, artinya yabng seharunya terang justru menjadi gelap. Contoh BSE bisa dilihat di video ini http://www.youtube.com/watch?v=SGwU2LF0VRA
Gambar 3. Black Sun Effect (BSE)Gambar 3. Black sun effect (BSE)
Kamera foto atau video memiliki sensor di dalamnya yang mengubah cahaya menjadi sinyal elektronik. Jika obyek yang terpotret sangat terang, maka sensor itu akan mengalami masalah, dan pixel yang menerima cahaya berlebihan itu menjadi tidak berfungsi dengan baik. Ini mengakibatkan terbentuknya obyek berupa titik hitam.
Ini juga menjelaskan mengapa orang yang mengambil gambar atau video, tidak bisa melihat objek hitam itu dengan mata telanjang. Mereka beralasan bahwa silau, tapi sebenarnya memang tidak ada. Mereka hanya bisa melihat obyek itu lewat kamera ponsel. Jika obyek hitam itu adalah sebuah obyek besar yang sedang terbang di udara, maka pasti mereka juga bisa melihatnya secara langsung.  Justru karena obyek hanya bisa dilihat lewat kamera ponsel, maka bisa disimpulkan bahwa obyek itu adalah sesuatu yang berasal dari kamera itu sendiri. Bintik hitam pada kamera itu akan terbentuk di wilayah yang paling terang, yakni di sekitar tengah matahari. Ini juga menjelaskan mengapa obyek hitam itu selalu terlihat berada di tengah matahari, nampak bergerak-gerak zig-zag tapi itu karena kamera digoyangkan.
Abu Mashud dari BETA-UFO juga pernah melakukan pengujian black sun effect ini dengan memotret matahari dengan kecerahan berbeda, ada filter kaca mobil 30% dan membandingkan menggunakan 2 kamera berbeda, GStar Q82, CMOS VGA dan SE K850i, CMOS 3MP. Dari kedua jenis sensor, mestinya sama, tapi dari sisi lensa dan teknologi pembuatannya jelas berbeda sehingga kualitas kamera juga berbeda dan sangatlah berpengaruh pada gambar yg dihasilkan. Menurut Abu Mashud, beberapa jenis HP, misalnya Nexian, type apapun, kalau memotret benda bercahaya terang akan menghasilkan BSE. Memang itu kerugian pakai HP China, tidak boleh terlalu banyak cahaya, tapi juga tidak boleh kekurangan cahaya. Kalau kelebihan cahaya, walau dari lampu halogen, akan muncul BSE, sedangkan kalau kekurangan cahaya, hasil fotonya akan pucat. Tidak semua kamera akan menghasilkan BSE, misalnya seperti yang di uji oleh Abu Mashud, kamera JVC GZ-MG750, hasilnya tidak muncul BSE.
Gambar 4. BSE hasil pengujian Abu MashudGambar 4. BSE hasil pengujian Abu Mashud
Dengan adanya informasi serta hasil pengujian ini, diharapkan masyarakat atau media akan bisa mengetahui apakah black sun effect ini dan tidak serta merta dianggap sebagai penampakan fenomena UFO. Kini semakin banyak orang memiliki ponsel berkamera, tak terkecuali pelajar sekolah. Kadang mereka melihat fenomena yang menarik di angkasa, seperti halo matahari dan kemudian memvideonya. Mengarahkan kamera ke matahari yang bersinar terang bisa merusak kamera tersebut. Atau jika kemudian terjadi “pixel inversion” maka akan muncul black sun effect ini. Ketidaktahuan akan menyebabkan orang menduga itu adalah UFO, padahal bukan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar